Minggu, 15 November 2009

"Modal Ijazah dan Transkrip Tidak Cukup!"


KOMPETISI,itulah yang membuat semuanya berbeda. Ibarat sebuah tempat yang ingin didapatkan oleh semua orang, tetapi yang tempat itu cuman tersedia hanya untuk 1,2,hingga 5 saja. Indonesia dengan proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2005 mencapai 219.852.000 jiwa (sumber : http://demografi.bps.go.id/ ) tentunya akan semakin sengit dalam perebutan lapangan pekerjaan. Bayangkan saja dengan jumlah pengangguran pada tahun 2007 sebesar 10.011.140 jiwa (sumber : http://demografi.bps.go.id/ ) akan berebut untuk memasuki dunia kerja. Sebagai contoh menyambung perbincangan tulisan blog saya Pengalaman Cari Kerja Pertama Kalinya part 2, di sana ada kegiatan ke Job Expo atau Job fair. memang kegiatan sepeti itu sangat membantu, tetapi kalo datang ke sana pesertanya membludak. Anda akan sangat berdesakan, belum masuk ke gedung tempat mencari kerja saja sudah mengantri dan berkeringat, jadi teringat dosen Entrepreneurship pas waktu kuliah, menampilkan foto para Job Seeker berdesak-desakan untuk masuk, selain itu ada tulisan mau cari kerja malah keluar uang...dulu waktu pas kuliah sih saya belum kepikiran bakal jadi orang yang mengantri seperti itu.


Setelah kita melihat fakta, dari jumlah penduduk Indonesia hingga jumlah pengangguran, marilah kita fokus lagi, jadi sebenarnya lapangan kerjanya yang sedikit? atau memang keahliannya tidak sesuai? pengalaman saya waktu ke job Expo atau bursa kerja sebagainya, sebenarnya banyak warga Indonesia ini yang sudah memiliki pendidikan yang cukup, rata-rata yang datang lulusan SMA/SMK, D-1 hingga D-3, S-1, dan S-2. Rata-rata mereka membawa ijazah, CV, transkrip, ketiga dokumen ini adalah syarat administratif paling sederhana yang dibutuhkan untuk melamar ke suatu instansi atau perusahaan. Semua orang juga berpikiran seperti ini sehingga antara satu orang dengan orang lain tidak memiliki ciri khas yang berbeda antara satu sama lain. Saya pernah mencoba, menyelipkan sertifikat TOEFL yang saya miliki, beberapa perusahaan ada yang cukup memerhatikan, sangat memerhatikan, bahkan ada yang tidak peduli sama sekali. Akan tetapi hal ini lebih baik daripada hanya ketiga dokumen utama yang disebutkan di atas. Selain itu, pencantuman bukti pengalaman organisasi memang perlu dicantumkan, pasalnya ada beberapa perusahaan yang melihat sisi positif tersebut sebagai, tingkatan kekuatan pelamar dalam beradaptasi dan menghadapi tekanan pada masa kerja nanti. Hal ini penting dimiliki oleh pelamar yang bersifat fresh graduate, bagi pelamar yang sudah memiliki pengalaman sih enak aja bisa menceritakan pengalaman kerja mereka sebelumnya. Masih ada yang kurangkah? Ya tentu saja, sebaiknya Anda berpakaian semi formal atau formal pada saat diadakan bursa kerja, Why ? beberapa perusahaan seringkali melakukan sortir atau seleksi administrasi langsung pada hari-H sehingga seleksi ke-2 setelah administrasi seperti psikotest hingga FGD pun terkadang langsung dilaksanakan. Bukan merupakan suatu hal yang memalukan jika Anda berpakaian rapi karena hal tersebut menambah penilaian positif dilihat dari sisi kerapihan oleh penguji. Mungkin itu sedikit penambah informasi bagi Anda yang selama ini hanya memasukkan ketiga dokumen seperti, fotokopi ijazah, transkrip, dan CV. itu memang kebutuhan dasar, tetapi kebutuhan yang lain seperti yang saya sebutkan sebagai tambahan sangat penting untuk memberikan ciri khas, bahwa Anda pelamar yang berbeda dibandingkan dengan pelamar yang lain.
Selain hal di atas, di luar konteks obrolan kita ya, sebenarnya lapangan pekerjaan di Indonesia itu tidak kurang, hal ini ditandaskan oleh salah satu dosen brevet saya, Dia berkata, "Yang salah di Indonesia itu, rata-rata pendidikan tidak memiliki keahlian yang tepat dengan lapangan pekerjaan", Pendidikan di Indonesia itu terlalu general sehingga tidak memiliki ciri khas antara satu orang dengan orang lain. Saran Beliau bener juga sih setelah saya dengar dan pahami, saya pun menyarankan kepada Anda, JIKA ANDA KULIAH,SEKOLAH DAN SEBAGAINYA PILIHLAH BIDANG YANG MERUPAKAN KEAHLIAN ATAU PROFESI, HAL INI BISA MEMBERIKAN NILAI TAMBAH KEPADA ANDA DIBANDINGKAN DENGAN RIBUAN BAHKAN JUTAAN TENAGA KERJA LAINNYA. WALAUPUN TEMAN ANDA DI PROFESI TERSEBUT BANYAK DALAM KUANTITAS, YANG ANDA KEJAR IALAH KUALITAS DIRI ANDA. SEPROFESIONAL APAKAH ANDA?

sumber foto : foto.detik.com


Minggu, 01 November 2009

Pengalaman Cari Kerja Pertama Kalinya Part 2



Tidak terasa 1,5 jam pun berlalu, suasana pun mulai ramai maklum sudah masuk Bekasi, kalo sudah Bekasi yaa berarti dah ramelah...segera menuju arah Pondok Indah, dan cari lagi arah ke Depok. akhirnya sampai juga di UI, waauw kampusnya sejuk banget ya, enak rindang banyak pohon, dalam hatiku berkata, "Kapan Kampusku bisa seperti ini!"di UI segera mencari Gedung dimana Job Expo dimulai, jam ditanganku sudah menunjukkan 09.05 WIB, berarti perjalanan ke Depok memakan waktu 2 jam lebih 5 menit, sampai juga ke t4 parkiran. Begitu mau masuk ke Gedung melihat orang sudah rame mengantri, wah ini dia tenaga kerja terdidik Indonesia yang kian lama semakin bertambah, melihat antrian tersebut, kami segera membeli tiket, teman-temanku pun segera membeli tiket dan menunjukkan sms bahwa ada potongan harga Rp.10.000,00 karena telah mendaftar beberapa hari sebelumnya. Saat giliranku mencoba untuk membeli tiket dengan harga yang dipotong sepuluh ribu tersebut, eeh si Mbak penjaga tiketnya menanyakan ke saya, 'Maaf Mas, ini dapat smsnya dari JobStreet Bukan?" gw jawab Iya, Kenapa Mbak? tapi ini kok ga ada nama pengirimnya, biasanya tertera Job Street, mendengar ini langsung saya cek HP, lha ini kan ada Mbak, sahutku. Si Mbak berdalih bahwa no.yang tertera dalam HP ku bukan dari Jobstreet, soalnya terteranya anka 2554, kalo yang dari Jobstreet ada tulisannya Jobstreet, masih belum percaya gw tanya teman-teman, Wei emang ada tulsian Jobstreetnya ya? salah satu temanku menjawab. "Iya". Mendengar kata tersebut, say pun coba melobi si Mbak, memang kenyataannya ini dari JobStreet kok? tapi si Mbak g percaya, dia tetap hanya memperhatikan no pengirimnya, apa boleh buat saya terpaksa antri bagi pengunjung seperti tidak mendaftar online sebelumnya.

Suasana di dalam gedung pun masih sangat ramai, tampak tidak seperti hari ke-3 dari rangkaian Job Expo. beberapa stand ada yang sudah tidak serius menerima CV dan lamaran dari pencari kerja, kami berlima pun segera mencari perusahaan yang tidak membuka stand di ITB, terdapat salah satu bank nasional yang tidak ada di stand ITB. Kami berlima pun menghampiri dan mengisi form yang memang sudah disediakan khusus oleh mereka. Setelah beberapa menit, kami mengantri, memnag bank ini paling banyak mendapat antrian dari pencari kerja, maklum katanya keuntungan bersih bank ini dalam beberapa tahun paling besar dibandingkan bank pemerintah lainnya. Saat masuk ruangan interview, setelah mengantri panjang, saya ucapkan selamat pagi sama Bapak yang katanya siih ingin walk in interview bersama calon pelamarnya, eh ternyata ucapan saya tidak digubris. Abis itu cuma bilang, ntar pengungumannya dapat dilihat hari minggu ya di situs bank tersebut...huuh makin sebel aja, dikirain ditanya apa kek, ehh gak taunya CV kita cuma di screening aja ama Bapak tersebut.

Hari pun semakin siang, salah satu dari kita berlima ada yang merasakan lapar dan ingin keluar segera dari gedung tersebut. Ok, semuanya keluar, tetapi percuma dong, kalo ke UI gak foto-foto hehehehe..akhirnya dengan gaya narsisnya kami berlima foto di Danau UI, wuuiih segera ke sana dan beristirahat di bawah pohon rindang...Segernya..berikut laporan fotonya yang merupakan hasil jepretan camera digital Tyas ato Rani yaa? lupa lagi euy!


Yaa pesen gw mah, foto-foto ini kan menjadi kenangan kita semua sobat, semoga persahabatan kita tidak putus sampai di tulisan ini saja, kalo sudah sukses nanti rame juga keinget cerita dan ngelamar kerja rame-rame kayak gini...sing jadi boss kabeh, Tyas,Rani, Gugi, Fitri, dan gw sendiri Dwi Pramudita, berjuang terus, pasti ada jalan menuju Pekerjaan Impian




Selasa, 20 Oktober 2009

Pengalaman Cari Kerja Pertama Kalinya Part 1

Pada pertengahan Bulan Oktober 2009, saat namanya baru fresh graduate, ceileh yang baru abis lulus niih...Alhamdulillah saat itu banyak sekali lowongan pekerjaan, tinggal datang ke Job Expo atau Job Fair, kita bisa memilih lowongan yang ada dan berusaha apply. Pada kesempatan ini ada dua kampus yang menyelenggaran acara tersebut, ya taulah dua kampus terkenal, satu di Jakarta sama satu lagi di Bandung apalagi kalo bukan UI dan ITB, memang Job Expo ini paling banyak ditunggu karena sudah terkenal dari dahulu.

Job Expo di UI mulai lebih duluan dari tanggal 14-16 Oktober 2009, kalo ga salah siih...sedangkan Job Expo yang ITB mulainya tanggal 15-17 oktober 2009. Alhamdulillah SKL (Surat Keterangan Lulus Sementara) gw dah jadi, ya langsung perbanyak dengan cara scanning SKL dan segera tancap menuju lokasi bersama teman-teman dan sahabat.

Awalnya bingung juga mau dateng ke ITB yang tanggal berapa ya? belom lagi pengen juga dateng ke Ui, yaah daripada bingung coba kontak-kontak aja ama temen, Alhamdulillah ada teman dan sekaligus sahabat gw yang berbaik hati, namanya Tyas Pawitra, kebaikannya tentunya menjadi doa bagi kita semua, Tyas rela meminjamkan mobilnya untuk berangkat ke UI, Alhamdulillah kita bayar uang bensin dan tol aja.

Berangkatlah pada hari Sabtu ke Jakarta,eh Depok maksudnya. sehari sebelumnya gw dah berangkat ke ITB, terus rencana hari sabtu ini gw, Tyas, Rani, Gugi, dan Fitri berangkat ke Depok. "Wi, kamu dateng ke rumah saya jam 06.00 ya, Tandas Tyas berucap kepadaku via telepon" Ok sahut kembali...

Jam 06.00 pagi, gw dah sampai pintu gerbang rumah Tyas jam 05.55, kupanggil dan yang keluar Ibunya, dengan ramah Ibunya mempersilakan Aku masuk ke dalam rumahnya Tyas, tunggu sebentar ya, Tyas nya lagi abis mandi, Baik Tante sahutku menimpalinya. Setelah siap Tyas segera bergegas keluar, Ayo berangkat Wi, ntar si Rani dah nungguin di Pinus rumahnya. Siiip, segera gw dan Tyas berangkat dan pamit ke orangtua Tyas, bergegaslah kami ke komplek yang bernama Pinus Regency itu, sampailah di rumah Rani Kuspiani. Sedikit cerita mengenai sosok Rani, rani ini bukan rani Juliani loh..hiihihi...Rani di sini adalah Rani Kuspiani, dia adalah pacarnya si Tyas, yaa kira-kira butuh lima menit untuk sampai di rumah Rani dari rumah Tyas. Setelah sampai rumah Rani, keluarlah Rani dan langsung masuk ke mobil, kemudian kami pergi kembali ke rumah Fitri. Fitri bersama pacarnya Gugi yang sudah berada di rumahnya meminta untuk menunggu sebentar, alhasil kita bertiga pun menunggu mereka. Tidak lama kemudian, mereka berdua masuk ke mobil dan sekarang jumlah orang di mobil menjadi lima orang, proporsi yang pas mengingat mobil Tyas adalah Kijang kapsul sehingga tidak ada orang yang mengalah duduk di bagian belakang, semuanya duduk di depan dan kursi tengah. keluar dari komplek pinus, Tyas berkata, "Dwi, bisa nyetir kan? Saya ngantuk euy, tadi malam tidak tidur" Waauw menanggapi perkataan Tyas seakan saya menjadi ragu, Why? sebelum berangkat ke rumah Tyas, saya sudah diwanti-wanti oleh bapak dan Ibu untuk tidak menyetir ke Jakarta, apalagi meleati Tol Cipularang dan Tol Cikampek, berbahaya, jam kemudi kamu masih belum cukup, Tandas Ayahku. Akhirnya beberapa detik aku pikir, akhirnya aku terima tawaran Tyas untuk mengganti dia menyetir, itung-itung menolong orang, dalam hati, ini akan jadi pengalaman pertamaku menyetir melalui tol yang panjang.

Memasuki gerbang tol Pasteur, suasana tidak padat, cukup sepi malah, sehingga aku dapat melesat cepat layaknya sopir-sopir yang sudah profesional di jalan tol, sesekali RPM mobil menunjukkan angka 110-120 km/jam, waauuw biasanya gw hanya boleh sampai 100 km/jam kalo sama Bapak dan Ibu mah, ada beberapa hal yang membuat saya geli, kecepatan sampai 120 tapi kok masi gigi 4, tentu saja suara mobil ngeden dan ga enak, akhirnya Tyas ngajarin saya buat mindah gigi mobil menjadi gigi 5, pertama saya cuma injek kopling terus dia yang mindah porsnelling, dan hasilnya, memang enak, mobil tambah kencang. Perjalan pun berjalan lancar hingga berhenti di tempat peristirahatan dan sehabis itu seperti biasa dilanjutkan kembali dengan posisi gw, Dwi Pramudita cowok berumur 22 tahun ini, sebagai pengendali kemudi heheheh

to be continued.......



Kamis, 10 September 2009

Alhmdulillah Lulus Juga!!!




Hey Guys,
Lama Tak Berjumpa Lagi....

Tulisan blog kali ini akan membahas mengenai kelulusan diriku di IM Telkom (Isntitut Manajemen Telkom) d/h STMB Telkom...

Alhamdulillah,tepatnya pada tanggal 10 September 2009, hari ke-20 Ramadhan, Dwi Pramudita lulus dan mendapatkan gelar S.MB

Pada tulisan sebelumnya,pernah dibahas mengenai "Kapan Aku Lulus,Kapan Aku Kerja...." berarti sudah satu step didapat,yaitu lulus. Lulus kuliah bukan berarti senang dan terus senang,tetapi harus memikirkan masa depan yang sudah ada di depan mata. Tantangan berikutnya ialah "Kapan Aku Kerja?" semoga bisa segera Amiiiin...

Berbicara tentang sidang yudisium kemaren, banyak kuucapkan terima kasih kepada :
  1. Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan nikmat-Nya
  2. Kedua Orang tuaku yang selalu menanyakan "Kapan kamu lulus?"
  3. Pak Palti Sitorus, drs,MM (sebagai pembimbing pertama, yang saya ingat dari beliau ialah kata-kata berikut : pikirkan dulu ide skripsimu dengan baik, masalah metode penelitian akan kita bantu)
  4. Pak Herry Irawan, ST,MM (sebagai pembimbing kedua, Pak Herry ini sudah banyak membantuku pada saat lomba maupun penyelesaian skripsi)
  5. Pak Derry Arief a.k.a Pap Der, Beliau merupakan Program Director Radio yang saya jadikan skripsi, terima kasih Pak, telah banyak membantu terutama soal data
  6. Pak Purwa, Sekretaris Eksekutif PRSSNI,Beliau memberikan data mengenai segmentasi radio di Kota Bandung, sekaligus positioning.
  7. Selain itu dukungan dari sahabat,karib,teman semuanya
  8. Kang Ary Noviandhy,hehehe kalo sama yang ini rame ngobrolnya, tapi sayang cd yang Beliau ingin berikn tidak nyampe di rumah,tetapi tetap terima kasih ya kang telah banyak share mengenai broadcasting technology

"Buat teman-temanku yang belom lulus, Semangat Yaa...Sukses itu bukan berarti lulus terlebih dahulu, tetapi siapa diantara kamu sekalian yang bisa memanfaatkan peluang lebih baik "

Sabtu, 29 Agustus 2009

Rumah Kayu


Ke Bandung?Ingin suasana baru???ayo ke rumah kayu! ^^ (www.rumahkayubandung.com)Share
Wednesday, August 26, 2009 at 10:06pm

Rumah kayu yang didesain nyaman dan asri

Saat berwisata ke bandung..
Di saat kita membawa keluarga besar untuk berkunjung ke bandung, seringkali kita menginap bersama di sebuah hotel..

Nah mungkin kita ingin mencari suasana baru, menginaplah di rumah kayu!

Di sini disediakan fasilitas menginap di rumah kayu dengan harga yang bersaing..dengan 2jt bisa untuk menginap 5 keluarga! hm...(bisa jadi alternatif nih kyknya) sudah termasuk sarapan/breakfast




Suasana asri nyaman dengan hawa pegunungan bisa kita dapatkan di sini

Sofa di saung kayu diatas kolam ikan..
sungguh nyaman


Desain tata ruang yang nyaman dan unik membuat kita betah di dalamnya, rumah kayu juga bisa menjadi alternatif gathering dengan kapasitas maksimal sebanyak 50 orang



Rumah kayu ini berlokasi di Perumahan Pondok Hijau Indah F-12 Bandung


Lokasinya yang dekat dengan perkotaan dan tak seberapa jauh dari lembang serta kemudahan akses yang ditawarkan membuat rumah bisa menjadi pilihan.


5 menit ke Rumah Sosis,
10 menit ke Rumah Strawberry
15 menit ke The Peak,Kampung Daun,
20 menit ke Lembang,Tangkuban Perahu,Tea Walk
25 menit ke Ciater Hot Water Spring
10 menit ke Rumah Mode
15 menit ke Ciwalk
15 menit ke Paris van Java
15 menit ke Dago-Factory OutLet
20 menit ke Bandung Indah Plaza (BIP)

Main Gate :
Pintu Tol Pasteur-jl Sukajadi (Carefour)- Jl.Setiabudi-terminal Ledeng kekiri jl Sersan Bajuri KM 1,Pondok Hijau Indah F 12,Bandung

Side Entrance :
Pintu Tol Pasteur-jl Surya sumantri-KPAD Geger Kalong-Jl Ajudan Jendral-Pondok Hijau Indah F 12,Bandung

Yuup...
Menurut info yang didapat dari rumahkayubandung.com selain bisa digunakan untuk menginap rumah kayu juga menyediakan beberapa fasilitas untuk gathering
seperti
- Sound system
- Home Theatre
- Lighting
- Decoration
- Catering

Fasilitas tambahan yang disediakan (optional, diluar harga pokok)

sound system pesta,audio visual-home theater.

Tersedia : sewa mobil Xenia,sepeda gunung,sepeda listrik.

Daya tampung Rumah kayu
"Untuk gathering event bisa sampai 50 tamu lebih,
Untuk stay,nyaman 4-5 keluarga"
-The Owner

So..
ingin suasana baru?ayoo ke rumah kayu! :D

Silakan referensikan ke keluarga & kerabat anda!

Untuk info lebih lengkap, silakan kunjungi

http://rumahkayubandung.com

CP :
Phone :022-2019125 (Rumah Kayu Bandung, Pondok Hijau Indah F-12 BANDUNG, West JAVA)
Email : Ertsanto@yahoo.com

artikel ini dipopulerkan oleh Gabriel Sas Hernando

-Semoga bermanfaat- ^^


Rabu, 19 Agustus 2009

नेंगोक Kakak



kldlekfdlefkef decsefc

Sabtu, 18 Juli 2009

Kapan Lulus, Kapan Punya Pekerjaan, Kapan Punya Pacar, dan Kapan Menikah!!


Ya, beginilah... udah hampir masa 4 tahun belom lulus-lulus juga....Jika aku melihat teman2 ada yang udah lulus, jadi kepengen tau rasanya lulus itu seperti apa? Apalagi di facebook wuih!!! banyak foto2 di tag trus diperlihatkan memakai TOGA, weideh...enak bangedh ya...Belum lagi soal pekerjaan, waduh...hal ini nih yg buat miris lagi...Mencari pekerjaan tetap sangat susah sekali... Pokoknya untuk mencari pekerjaan yang memiliki tunjangan lebih itu sangat susah...Sampai sekarang aku sering melihat, wah banyak juga teman-temanku yang belum bekerja...Ada yang sudah bekerja tapi jadi pekerja kontrak, fenemona pekerja kontrak memang sangat merisaukan, memang undang-undang outsourcing
menakutkan. Akan tetapi sebagai anak manajemen, saya dan teman2 dilatih, "Ya kalo gak mau jadi objek outsourcing, kita yang menjadikan orang lain sebagai objek outsourcing. Otomatis ya kita harus membuka lapangan pekerjaan. Berbicara lapangan pekerjaan memang banyak faktor untuk dapat membuka suatu usaha alias lapangan pekerjaan ini.
Ya kemauan, kreatif, dan keuangan yang cukup sebagai modal.Sampai sekarang aku pun masih bingung ingin berbisnis apa? Banyak pengahalang dari rasa malu, susah untuk menawarkan produk, gengsi dan lain-lain... Memang banyak orang yang mengatakan bahwa menjadi pedagang itu harus berani muka dan kenyataan itu memang bener! Akan tetapi kalo sekarang aku disuruh memilih pasti aku lebih memilih jadi pegawai tetap di perusahaan besar dulu, soalnya dari situ kita dapat jaringan, baru temukan teman yang cocok dan langsung buka usaha. Terlebih modal dari seorang pegawai tetap cukup banyak karena ada selisih lah antara gaji yang digunakan ama yang ditabung. Nah ini yang rame, Kapan aku punya pacar? prikitiw,prikitiwprikitiw!!!Yah inilah yang susah kucari dari awal hidupku... selama ini belum pernah berpacaran, Alias JOMBLO Tulen wkwkwkwkwkwkwk....Ya begitulah kehidupan, aku juga sering iri ama teman2 ku yang mudah bangedh dapat pacar. Pernah sih nyoba sekali pengen nembak cewek, adik kelas lagi, tetapi aku dah keduluan ngejailin dia, jadi orang yang suka jail sms dia dan meyatakan cinta...Akhirnya suatu saat aku ngaku deh, kalo yang selama ini sms adalah aku....hehehe..dia langsung ilfil kayanya.. trus kalo ketemuan di jalan gitu,dia sering memalingkan muka, kadang aku juga sih yang memalingkan muka...ya mau gimana lagi..ternyata utk menyatakan cinta emang susah....kurang berani euy, malu euy, dll...Di satu sisi aku orangnya pemalu, di satu sisi orangnya berhasrat banget...yah gitulah terlalu milih pengen cewek seperti ini, itu, dan yang kayak gini loh..emang sih aku seneng yang cantik, putih, rambut rada panjang kalo bisa sih, dan kalo bisa dia primadona di kampus atau kelas...Gleg, ngehayal: mode on...Ya semoga aja ada cewek yang mau deh ama aku...Beralih dari pacar, aku pernah jadi anggota kayak DKM di kampus, wkwkwkwk, "payah, anak aktivis kegiatan islam di kampus, tapi masih mikirin pacar, kader yang kayak gimana nih!" Dalam ceramah sering ada istilah "Jangan Pacaran, Tapi TAARUF" trus langsung nikah...wah kayak model beli kucing dalam karung nih,..eh tapi ntar dulu...sebetulnya taaruf bisa dilakukan melalui berbagai "saluran distribusi" wah mulai nih ngomong marketing, wkwkwk... Yang pertama kita bisa menjadikan kakak laki2 yang cewek mau kita nikahin sebagai media penyambung, misalnya :" Gmana keadaan si AAA, Mas?" , Sehat? padahal niatnya ingin menggali informasi...huuh, tapi kita sebelumnya tetep harus ngomong juga sih bahwa kita pengen lebih dekat/kenal ama si cewek yang kita maksud melalui kakaknya tersebut.
Medium lainnya, ya kayak via ustad gitu, kayak kuliah pranikah, tapi ada sambungannya...
Ya aku sih masih kurang ngerti, lebih baik, baca-baca buku persiapan menikah saja, tapi bagi yang belum umur jangan baca sekarang, ntar jadi kebelet Loh!! Kan bahaya masih muda, masih berkembang, tetapi ntar pikirannya ngeres terus...
Oke deh,...capek ngelantur disini...
Mungkin sekian dulu,..tapi kalo aku sih masih tetep pengen punya pacar, why? pengen tau lah gimana manisnya pacaran...wkwkwkwkwkwkwk...

Salam Dudu...

"Dokumentasi Asal"

makanan khas bandung