Job Expo di UI mulai lebih duluan dari tanggal 14-16 Oktober 2009, kalo ga salah siih...sedangkan Job Expo yang ITB mulainya tanggal 15-17 oktober 2009. Alhamdulillah SKL (Surat Keterangan Lulus Sementara) gw dah jadi, ya langsung perbanyak dengan cara scanning SKL dan segera tancap menuju lokasi bersama teman-teman dan sahabat.
Awalnya bingung juga mau dateng ke ITB yang tanggal berapa ya? belom lagi pengen juga dateng ke Ui, yaah daripada bingung coba kontak-kontak aja ama temen, Alhamdulillah ada teman dan sekaligus sahabat gw yang berbaik hati, namanya Tyas Pawitra, kebaikannya tentunya menjadi doa bagi kita semua, Tyas rela meminjamkan mobilnya untuk berangkat ke UI, Alhamdulillah kita bayar uang bensin dan tol aja.Berangkatlah pada hari Sabtu ke Jakarta,eh Depok maksudnya. sehari sebelumnya gw dah berangkat ke ITB, terus rencana hari sabtu ini gw, Tyas, Rani, Gugi, dan Fitri berangkat ke Depok. "Wi, kamu dateng ke rumah saya jam 06.00 ya, Tandas Tyas berucap kepadaku via telepon" Ok sahut kembali...
Jam 06.00 pagi, gw dah sampai pintu gerbang rumah Tyas jam 05.55, kupanggil dan yang keluar Ibunya, dengan ramah Ibunya mempersilakan Aku masuk ke dalam rumahnya Tyas, tunggu sebentar ya, Tyas nya lagi abis mandi, Baik Tante sahutku menimpalinya. Setelah siap Tyas segera bergegas keluar, Ayo berangkat Wi, ntar si Rani dah nungguin di Pinus rumahnya. Siiip, segera gw dan Tyas berangkat dan pamit ke orangtua Tyas, bergegaslah kami ke komplek yang bernama Pinus Regency itu, sampailah di rumah Rani Kuspiani. Sedikit cerita mengenai sosok Rani, rani ini bukan rani Juliani loh..hiihihi...Rani di sini adalah Rani Kuspiani, dia adalah pacarnya si Tyas, yaa kira-kira butuh lima menit untuk sampai di rumah Rani dari rumah Tyas. Setelah sampai rumah Rani, keluarlah Rani dan langsung masuk ke mobil, kemudian kami pergi kembali ke rumah Fitri. Fitri bersama pacarnya Gugi yang sudah berada di rumahnya meminta untuk menunggu sebentar, alhasil kita bertiga pun menunggu mereka. Tidak lama kemudian, mereka berdua masuk ke mobil dan sekarang jumlah orang di mobil menjadi lima orang, proporsi yang pas mengingat mobil Tyas adalah Kijang kapsul sehingga tidak ada orang yang mengalah duduk di bagian belakang, semuanya duduk di depan dan kursi tengah. keluar dari komplek pinus, Tyas berkata, "Dwi, bisa nyetir kan? Saya ngantuk euy, tadi malam tidak tidur" Waauw menanggapi perkataan Tyas seakan saya menjadi ragu, Why? sebelum berangkat ke rumah Tyas, saya sudah diwanti-wanti oleh bapak dan Ibu untuk tidak menyetir ke Jakarta, apalagi meleati Tol Cipularang dan Tol Cikampek, berbahaya, jam kemudi kamu masih belum cukup, Tandas Ayahku. Akhirnya beberapa detik aku pikir, akhirnya aku terima tawaran Tyas untuk mengganti dia menyetir, itung-itung menolong orang, dalam hati, ini akan jadi pengalaman pertamaku menyetir melalui tol yang panjang.
Memasuki gerbang tol Pasteur, suasana tidak padat, cukup sepi malah, sehingga aku dapat melesat cepat layaknya sopir-sopir yang sudah profesional di jalan tol, sesekali RPM mobil menunjukkan angka 110-120 km/jam, waauuw biasanya gw hanya boleh sampai 100 km/jam kalo sama Bapak dan Ibu mah, ada beberapa hal yang membuat saya geli, kecepatan sampai 120 tapi kok masi gigi 4, tentu saja suara mobil ngeden dan ga enak, akhirnya Tyas ngajarin saya buat mindah gigi mobil menjadi gigi 5, pertama saya cuma injek kopling terus dia yang mindah porsnelling, dan hasilnya, memang enak, mobil tambah kencang. Perjalan pun berjalan lancar hingga berhenti di tempat peristirahatan dan sehabis itu seperti biasa dilanjutkan kembali dengan posisi gw, Dwi Pramudita cowok berumur 22 tahun ini, sebagai pengendali kemudi heheheh
to be continued.......














0 komentar:
Poskan Komentar