Jumat, 11 Desember 2009

"Menyesal, Nilai TOEFL ku tidak naik secara signifikan"




Di Bulan Desember ini, tepatnya satu bulan setelah wisuda banyak juga lowongan pekerjaan, lowongan pekerjaan tersebut ada yang diselenggarakan job fair di UnPad, ada juga penyelenggaea swasta. Test demi test kujalani, ada yang masih proses, ada juga yang gugur. Hanya kali ini, gwe mau bahas mengenai nilai TOEFL gwe yang gak naik signifikan, alias di situ-situ aja, kira-kira apa penyebabnya ya? Yuuk kita bahas aja sekarang ya,

Sebelum tanggal 11 Desember 2009, tepatnya 3 bulan lalu gwe memutuskan untuk mengikuti preparation TOEFL di salah satu lembaga bahasa inggris di Jalan Juanda, daah ah ngomong aja TBI. Di situ gwe les petang hingga malam hari, kira-kira sekitar pukul 05.45 hingga 07.15, seminggu 3 pertemuan, untuk hari Jum'at jadwalnya lebih malam, sekitar pukul 07.30-08.30. Justru pas malam ini gwe malah dapet pengajar bule. Oh iya, gwe belom cerita, siapa aja teman-teman di kelas TBI, ada 8 orang termasuk gwe, kalo disebut satu-satu, coba gwe masih inget ga ya?
  1. Resty, (anak IESP Unpad angkatan 2006)
  2. Nana, (anak TL ITB angkatan 2006)
  3. Shendy, (anak TF ITB angkatan 2006)
  4. Fany, (anak TM angkatan 2006)
  5. Mitha, (anak Hukum angkatan 2006)
  6. Angga, (dah kerja di Astra International)
  7. Puji, (anak TL ITB angkatan 2006)
Sorry semuanya kalo gw ada salah pencantuman nama dan jurusan universitas. Berarti ama gwe ada 8 orang jumlahnya. Kelas cukup rame, apalagi kalo dilihat dari jurusannya variatif sekali, gwe jg baru nyadar ternyata kita di disiplin ilmu yang berbeda. Sedangkan untuk teacher seinget gwe :
  1. Teja
  2. Indah
  3. Sandra
  4. Matthew (native)
  5. Grace
  6. Minerva
Minggu pertama gwe telat ikut sehingga tidak ikut pretest, yah jadinya gw g tau kemampuan awal berapa. pretest ini nantinya akan dibandingkan dengan hasil akhir tes TOEFL, jadi kita sudah ada bayangan mau jadi berapa. Perjalanan selama les TOEFL rame juga, di sini saya dapat menambah teman juga, selain itu ilmu yang didapat TBI juga variatif, diberi buku Longman yang ada kunci jawabannya, jadi kalo latihan bisa langsung ngeliat jawaban dan pembahasan biasanya dilakukan di kelas. Akan tetapi bukan penyesalan kalo datangnya di akhir, nilai TOEFL ku cuma 493, nyaris 500 hanya kurang 2 soal benar saja. Hal ini benar-benar kusesali, pasalnya nilai TOEFL terakhirku di kampus yang didapat Bulan April sebesar 474, cuma naik 19 poin. Kalo ini seperti jalan di tempat. Sudah banyak membuang waktu, biaya, dan otak tetapi cuma naik 19 poin beuufhh... memang harus berusaha terus. Rencananya sih gwe harus nyari sambungan preparation toefl lagi untuk menaikkan nilai TOEFL gwe, semoga saja mendapatkan hasil terbaik Amiiin...

0 komentar:

"Dokumentasi Asal"

makanan khas bandung